Viral Desain Rumah Minimalis, Arsitek Ini Ungkap Gagasannya

Arsitek lulusan Universitas Katolik Parahyangan, Mande Austriono Kanigoro membagikan kisahnya dalam mengerjakan proyek desain rumah, EN House melalui akun Twitter @mondododo, Jumat (9/8/2019). Mande mengaku senang mengerjakan proyek tersebut lantaran kliennya berpikiran terbuka terhadap  berbagai macam konsep yang diajukan. Dia dapat menggarap proyeknya dengan leluasa, tanpa mengabaikan profesionalitas.

“Pada dasarnya, saya mencoba untuk membuat tiga massa bangunan yang terdiri dari ruang penerima (teras ruang tamu), ruang inti rumah (ruang keluarga, dapur, kamar tidur, dan lainnya), dan ruang antara (tangga ruang baca, dan lainnya) yang saling berhubungan antara satu sama lain,” jelas Mande.

Saat proses perencanaan ruang inti rumah berjalan, ia mendapat ide untuk membangun garasi mobil yang bisa tembus ke belakang rumah.

Mande menyesuaikan peletakan ruang penerima yang semula berada di lantai dasar ke lantai mezanine dengan mempergunakan dinding pagar sebagai struktur utama untuk menopang lantai tersebut.

Untuk kamar anak, letaknya di lantai 2. Sementara kamar utama dibuat dua level ketinggian, sebab berada di irisan antara ruang inti dengan ruang antara.

Mande juga mengakomodasi keinginan klien untuk membuat rooftop sekaligus studio kerja dengan cara menggunakan sebagian area atas ruang antara.

Bentuk bangunan EN House pada dasarnya mudah disesuaikan. Hal ini memungkinkan jendela dan beberapa bukaan lainnya, dirancang dengan bentuk persegi.

“Frame jendela juga sengaja dipilih berwarna hitam supaya kontrasnya dapat terlihat dari jauh. Dan saya sengaja menggunakan warna putih untuk keseluruhan dinding dengan maksud menetralisir kerasnya sudut-sudut antar massa bangunan,” ungkap Mande.

Selain itu, Mande mengaku ada perubahan pada taman. Sedianya, taman berwujud rerumputan, namun klien meminta untuk menggantinya dengan beton.

TERAS

Mande juga menyinggung soal teras rumah. Menurutnya, teras dapat dijadikan sebagai area nongkrong agar pemilik bisa guyup rukun dengan lingkungan sekitar.

Pada konsep ini, Mande mengemas bentuk teras menyerupai huruf L agar saat berbincang dengan tetangga tidak satu arah.

“Sengaja juga elevasi lantai disamain dengan jalan di depannya, supaya terlihat menyatu dengan sekitarnya. Seakan-akan mengundang tetangga untuk selalu berkunjung di sore hari,” ujar Mande.

Ruang peralih (Mudroom)

Yang menarik, EN House ini dilengkapi dengan mudroom atau ruang peralihan antara area dalam dengan luar rumah yang seringkali difungsikan sebagai tempat menyimpan alas kaki.

Mande mengungkapkan, mudroom terletak di dalam area yang sama dengan ruang tamu, namun dengan elevasi lantai yang berbeda. Fungsi perbedaan ketinggian ini untuk memunculkan kesan ruang tamu lebih tinggi derajatnya daripada mudroom.

Ruang Keluarga

Untuk ruang keluarga, Mande membuat tipe yang sederhana sebagai pusat berkumpulnya seluruh anggota keluarga dan mudah dilihat dari keseluruhan kamar.

“Di luar posisinya yang berada benar-benar di tengah rumah, ruang keluarga yang berukuran 4 x 5 meter ini mempunyai pandangan ke arah lantai split yang berada di depannya,” ujar Mande.

Sementara itu, konsep tangga didesain aman dengan pintu ayun di ujungnya untuk mencegah anak dari pemilik hunian menuruni tangga tanpa diawasi. Di ruang keluarga terdapat jendela besar dan pintu kecil ke arah taman belakang. Jendela besar ini berfungsi menangkap cahaya matahari saat senja datang.

Dapur

Bagian dapur sarat pencahayaan yang luas dan sirkulasi udara maksimal. Mande merancang dapur dengan bentuk L, serupa teras rumah.

Di salah satu sudut dapur, menempel pintu kaca yang digunakan untuk mengeluarkan kursi yang ditaruh di dalam meja, sehingga terkesan sebagai bar outdoor.

Sumber Berita : Kompas.com

Ide Liar Arsitek, Jadikan Rig Bekas Pengolah Limbah Plastik

Menara rig bekas tak berawak, diusulkan menjadi pabrik pengolah limbah plastik untuk diubah menjadi energi listrik yang dapat disalurkan kepada masyarakat. Usulan ini sekaligus mengatasi persoalan plastik di laut.

Proposal yang disebut sebagai Filtration Skyscraper ini disebarkan arsitek sekaligus visualisator, Honglin Li.

Mesin canggih yang dipasang di menara konseptual tersebut akan menghasilkan listrik dan biofuel dari plastik dan polutan lainnya yang diekstraksi dari air laut.

“Ini untuk wilayah Pesisir Pasifik Utara, yang merupakan petak sampah terbesar dan paling tebal di laut,” kata Li seperti dilansir dari Dezeen.

“Meski begitu, desain konsep ini dapat digunakan untuk memecahkan persoalan lingkungan dan energi di seluruh dunia,” imbuh dia.

The Great Pacific Garbage Patch diperkirakan berisi 1,8 triliun keping plastik, meskipun sebagian besar telah dipecah menjadi kepingan berukuran confetti yang tersebar tipis di area seluas Texas.

Hanya tiga persen plastik dipilin yang dianggap mengambang di permukaan.

Konsep ini dikembangkan untuk kompetisi pencakar langit eVolo 2019, kompetisi tahunan yang mengakui proyek seputar arsitektur vertikal dan berhubungan dengan lingkungan alami dan buatan. Desainnya pun dianugerahi penghargaan terhormat.

Meski fantastis, proposal ini perlu menyatukan berbagai proses daur ulang dan penghasil energi di dunia nyata.

“Saya melakukan penelitian tentang fasilitas pemulihan material (MRF) yang ada dan instalasi pengolahan air (WTP) dan menggabungkannya secara vertikal dalam megastruktur modular prefabrikasi,” terang Li.

Limbah yang telah diolah kemudian dibakar untuk menghasilkan energi berupa listrik maupun bahan bakar akan digunakan untuk menjalankan fasilitas serta disalurkan kepada masyarakat.

“Sistem yang saya usulkan akan serupa dengan Amager Bakke di Copenhagen oleh BIG atau Pabrik Waste-to-Energy Shenzhen Timur di Cina oleh SHL yang menghasilkan C02 yang tidak berbahaya sebagai limbah akhir dan memiliki dampak lingkungan yang paling sedikit,” tutur Li.

Air laut yang tercemar dipompa ke atas struktur dan disaring saat turun, dengan plastik dan kontaminan lainnya dihilangkan, disortir dan dibakar atau dikomposkan di komposter onboard.

Podium yang ditinggikan menyediakan tempat berlindung bagi kapal untuk berlabuh agar dapat mengambil bahan limbah.

“Akhirnya, bahan non-daur ulang dan bahan daur ulang akan diangkut pergi oleh kekuatan pasang surut,” tambah Li.

Usulan Li adalah pendekatan terbaru dan paling futuristik untuk mengatasi pencemaran laut. Startup Belanda The Ocean Cleanup telah mengumpulkan jutaan dolar untuk mengembangkan rig mengambang besar yang akan mengapung secara mandiri di sekitar pilin Pasifik Utara, meraup plastik saat mereka pergi.

Namun proyek ini telah berjuang dengan kesulitan teknis dan keraguan tentang kemungkinan keberhasilannya.

Sementara itu Parley for the Oceans telah mengubah limbah plastik laut menjadi bahan yang diinginkan dengan memasarkan barang-barang mewah yang terbuat dari bahan dengan istilah Ocean Plastic.

Namun pendiri Parley, Cyrill Gutsch baru-baru ini mengatakan bahwa membersihkan samudera plastik adalah hal yang mustahil. Sebaliknya, ia mengatakan alternatif non-polusi untuk plastik perlu dikembangkan.

Sumber Berita : Kompas.com

Dikabarkan Bakal Jadi Calon Walkot, M.H Joni Belum Ada Persiapan

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) M.H Joni 212 Kota Cilegon disebut-sebut akan mengikuti pemilihan calon walikota cilegon 2020 mendatang.Namanya menjadi satu dari sejumlah bakal calon walikota yang santer terdengar.

Menanggapi hal tersebut. M.H Joni mengaku belum ada persiapan

Untuk maju dalam merebut kursi Cilegon satu itu.

Hal tersebut disampaikan saat jumpa pers di Journalis Boarding School

(JBS) Di JL. Cikerai, Karotek, Kalitimbang, Cilegon. Rabu (21/08/2019)

“Kalo kesiapan secara politik saya ga siap, firdaus dan saya bukan

Orang partai,” Ujarnya saat jumpa pers. (ihram)

Suku Baduy

Berbicara tentang Budaya Indonesia memang tidak ada habisnya. Kebudayaan Indonesia memang beragam, hal ini dikarenakan Indonesia memiliki lebih dari seribu suku bangsa. Suku-suku tersebut tersebar dari Sabang hingga Marauke.

Salah satu suku yang terkenal adalah Suku Baduy Dalam yang terletak di daerah Banten, tepatnya Kabupaten Lebak Banten. Nama Baduy Dalam berawal  dari sebutan yang diberikan oleh para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan masyarakat yang hidup secara nomaden tersebut dengan kelompok masyarakat Arab “Badawi”.

Kemungkinan lain adalah karena di wilayah bagian utara suku ini terdapat sungai yang disebut sungai Baduy Dalam. Sementara mereka sendiri lebih suku menyebut diri sebagai “orang kenekeas” sesuai dengan nama wilayah mereka. Terdapat dua versi yang berbeda mengenai asal usul suku baduy.

Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang kenekeas adalah keturunan Batara Cikal yang merupakan salah satu dewa atau batara yang turun ke bumi. Asal usul tersebut juga sering dikait-kaitkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama manusia.

Keunikan Budaya Suku Baduy

Hingga saat ini orang Baduy masih sangat menjaga kearifan lokalnya. Hal ini kemudian menjadi daya tari perkampungan suku Baduy sebagai wisata budaya. Tidak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung ke perkampungan suku Baduy. Nah, sebelum anda berkunjung ke perkampungan suku Baduy,  Berikut 7 fakta unik suku Baduy yang wajib anda ketahui:

1. Pu’un

Setiap kelompok memiliki pimpinan atau tokoh yang menjadi panutan dalam mengambil  petunjuk  dan keputusan terhadap permasalahan sosial di masyarakat tersebut. Begitu juga dengan masyarakat Baduy Dalam, tokoh masyarakat di suku Baduy Dalam disebut dengan Pu’un.

Pu’un dalam masyarakat Baduy berfungsi sebagai pemimpin di masyarakat tersebut, sosok Pu’un  sangat dihormati oleh  Suku Dalam. Puún dianggap layaknya seorang president oleh masyarakat  Suku Baduy Dalam .Pu’un  yang bertugas menentukan masa tanam dan masa panen, dia juga yang menerapkan hukum adat dalam masyarakat Baduy, ia juga yang mengobati penduduk yang sakit.

2. Budaya Gotong Royong

Gotong royong memang merupakan budaya Indonesia. Hampir seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya gotong royong. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, budaya gotong royong ini sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia.

Berbeda dengan kebanyakan masyarakat di daerah lain di Indonesia yang sudah banyak meninggalkan budaya gotong royong , masyarakat badui masih memegang teguh semangat bergotong royong.Mereka  biasanya bergotong royong saat berpindah lahan pertanian ke tempat yang lebih subur.

3. Kekayaan Tidak Dilihat Dari Bentuk Rumah

Berbeda dengan masyarakat modern yang hidup di perkotaan yang umumnya kekayaan ditunjukkan dengan rumah yang besar dan mewah.  Suku baduy Baduy Dalam Dalam yang kaya tidak akan memiliki rumah yang besar dan mewah, karena seluruh penduduk di perkampungan Baduy Dalam memiliki besar dan bentuk rumah yang sama. Kekayaan orang Baduy Dalam justru dilihat dari kepemilikan benda lain, seperti tembikar.

Yang membedakan masyarakat yang kaya di  Suku  Baduy Dalam adalah kepemilikan tembikar yang terbuat dari kuningan. Bagi orang Baduy Dalam yang kaya dapat memiliki beberapa tembikar.Semakin banyak jumlah tembikar  Suku Baduy  Dalam, semakin tinggi derajat orang tersebut.

4. Peralatan Mandi dari Alam

Jika anda berkunjung ke perkampungan suku Baduy Dalam, jangan harap anda akan menemukan ada masyarakat yang menggunakan sabun, shampo atau pasta gigi saat mandi. Masyarakat lebih memilih menggunakan bahan-bahan yang tersedia di alam untuk membersihkan diri mereka.

Orang Baduy Dalam menggunakan batu yang kemudian di gosok-gosokan ke tubuh mereka sebagai pengganti sabun mandi yang berbahan kimia. Sementara, untuk membersihkan gigi, mereka menggunakan serabut kelapa. Suku Baduy Dalam memang sangat menghargai alam mereka, mereka tidak ingin menggunakan peralatan yang mengandung bahan kimia dan sampah plastik.

5. Masih Berlakunya Perjodohan

Perjodohan memang sudah tidak lazim bagi masyarakat modern. Dalam kehidupan masyarakat modern, urusan jodoh memang diserahkan sepenuhnya kepada sang anak, orang tua hanya memberi restu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi  Suku baduy Baduy Dalam Dalam.

Seorang gadis yang berusia 14 tahun akan dijodohkan dengan laki-laki yang berasal dari suku Baduy Dalam .Selama proses perjodohan orang tua laki-laki bebas memilih wanita yang ingin dijodohkan  dengan anaknya. Namun, jika belum ada yang cocok, laki-laki maupun perempuan harus rela menerima pilihan orang tuanya atau pilihan Pu’un.

6. Larangan Berkunjung Selama 3 Bulan

Suku Baduy Dalam  memang bukan penganut agama islam, namun mereka miliki tradisi berpuasa yang dilakukan selama 3 bulan berturut-turut.Kegiatan berpuasa ini oleh  Suku  Baduy disebut “Kawulu”. Saat mereka melakukan tradisi Kawulu, penduduk luar dilarang berkunjung ke Baduy Dalam .Jika ingin berkunjung ke sana, hanya di perbolehkan berkunjung ke perkampungan Baduy Luar tetapi tidak boleh menginap.

Orang Baduy  menganggap bahwa Kawulu adalah kegiatan sakral dan tidak boleh diganggu oleh masyarakat luar.Selama masa Kawulu mereka memanjatkan doa kepada nenek moyang agar selalu diberi keselamatan dan diberi panen yang berlimpah.

7. Walaupun Banyak, Ayam Merupakan Makanan yang Mewah

Bagi masyarakat modern, ayam sudah menjadi konsumsi sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan protein.Namun, hal ini tidak berlaku bagi masyarakat suku Baduy dalam.

Masyarakat disana memang gemar memelihara ayam, jika anda berkunjung ke perkampungan mereka akan banyak menemui ayama yang berkeliaran disana. Walaupun begitu, mereka hanya akan menyembelih ayam peliharaan mereka pada hari-hari tertentu saja, misalnya saat upacara adat atau hari pernikahan.

8. Warna Pakaian Membedakan Baduy Luar Dan Baduy Dalam

Suku Baduy tidak menggunakan pakaian bermotif seperti masyarakat modern.Bagi anda yang kebingungan membedakan orang suku Baduy Luar dan Baduy Dalam, anda dapat membedakannya berdasarkan warna pakaiannya. Orang Baduy Luar memakai pakaian hitam polos sementara orang Baduy Dalam memakai pakaian putih polos dan ikat kepala putih.

9. Budaya Berjalan Kaki

Tidak seperti orang jepang, orang Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang malas berjalan kaki. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penumpukan kendaraan di perkotaan. Hal tersebut tidak berlaku bagi suku Baduy.

Orang Baduy gemar berjalan kaki saat bepergian kemana saja. Mereka kan tetap berjalan kaki saat mengunjungi keluarga mereka di kota atau sekedar ke kota untuk menjual hasil panen. Tidak heran jika kondisi alam disasan masih sangat terjaga dan orang-orang Baduy juga sehat-sehat.

10. Perabotan Sederhana

Tidak hanya menolak peralatan elektronik, masyarakat suku Baduy juga menolak menggunakan perabotan rumah tangga seperti piring atau cangkir yang terbuat dari logam atau kaca. Mereka lebih memilih memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam, misalnya gelas mereka yang dibuat dari potongan pohon bambu.

Suku Baduy memiliki cara mereka sendiri untuk menikmati hidup. Mereka hidup bersahaja dengan alam, tidak perlu peralatan yang canggih dan mewah atau baju-baju beremerek. Budaya orang Baduy menggambarkan bahwa bahagia itu sederhana.

Bagi anda yang berkunjung kesana, jagalah kerukunan disana dan jangan pernah untuk melangar aturan-aturan adat yang telah mereka buat. Jagalah kebersihan perkampungan disana dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Tiket Kereta Gratis

Pada 17 Augustus 2019 PT Kereta Api Indonesia (persero) memberikan tiket kereta api lokal dengan tujuan Rangkas – Merak secara gratis.

Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati

Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia,

sekaligus sosialisasi gerakan menggunakan

transportasi massal kereta api.

Meski gratis, masyarakat tetap harus memiliki

tiket dengan nominal Rp. 0 dan tiket bisa

didapatkan di loket stasiun.

Angklung

Angklung warisan budaya sunda kebanggan indonesia.

1 . SEJARAH ANGKLUNG

Angklung adalah sebuah alat atau waditra kesenian yang terbuat dari bambu khusus, yang ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938. Ketika awal penggunaannya angklung masih sebatas kepentingan kesenian lokal atau tradisional. Namun karena bunyi-bunyian yang ditimbulkannya sangat merdu dan juga memiliki kandungan lokal dan internasional seperti bunyi yang bertangga nada duremi fa so la si du dan daminatilada, maka angklung pun cepat berkembang, tidak saja dipertunjukan lokal tapi juga dipertunjukan regional, nasional dan internasional. Bahkan konon khabarnya pertunjukan angklung pernah digelar dihadapan Para pemimpin Negara pada Konferensi Asia Afika di Gedung Merdeka Bandung tahun 1955.Jumlah pemain angklung bisa dimainkan oleh sampai 50 orang, bahkan sampai 100 orang dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya seperti; piano, organ, gitar, drum, dan lain-lain. Selain sebagai alat kesenian, angklung juga bisa digunakan sebagai suvenir atau buah tangan setelah dihiasi berbagai asesoris lainnya. Sepeninggal Daeng Sutigna kreasi kesenian angklung diteruskan oleh Mang Ujo dan Erwin Anwar. Bahkan Mang Ujo telah membuat pusat pembuatan dan pengembangan kreasi kesenian angklung yang disebut ‘Saung angklung Mang Ujo” yang berlokasi di Padasuka Cicaheum Bandung. Salah satu program yang ia lakukan khususnya untuk mempertahankan kesenian angklung adalah memperkenalkan angklung kepada para siswa sekolah, mulai TK, sampai dengan tingkat SLTA dan bahkan telah menjadi salah satu kurikulum pada pada mata pelajaran lokal .

2 . PENGERTIAN ANGKLUNG

Angklung merupakan sebuah alat musik tradisional terkenal yang dibuat dari bambu dan merupakan alat musik asli Jawa Barat, Indonesia. Dulunya, angklung memegang bagian penting dari aktivitas upacara tertentu, khususnya pada musim panen. Suara angklung dipercaya akan mengundang perhatian Dewi Sri (Nyi Sri Pohaci) yang akan membawa kesuburan terhadap tanaman padi para petani dan akan memberikan kebahagian serta kesejahteraan bagi umat manusia.

Angklung juga diartikan sebagai alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat daribambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.
Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dariUNESCO sejak November 2010. Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.

Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohacisebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.

Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

3 . JENIS-JENIS ANGKLUNG

A . ANGKLUNG KAREKES

Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka Badui) digunakan terutama karena hubungannya dengan upacara padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Angklung ditabuh ketika orang Kanekes menanam padi; ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu, Badui Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian, angklung masih bisa ditampilkan di luar ritus padi dan tetap memunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan, dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung, yaitu nitipkeun (menitipkan, menyimpan) angklung setelah dipakai.

Angklung karekes

Dalam sajian hiburan, angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: “Lutung Kasarung”, “Yandu Bibi”, “Yandu Sala”, “Ceuk Arileu”, “Oray-orayan”, “Dengdang”, “Yari Gandang”, “Oyong-oyong Bangkong”, “Badan Kula”, “Kokoloyoran”, “Ayun-ayunan”, “Pileuleuyan”, “Gandrung Manggu”, “Rujak Gadung”, “Mulung Muncang”, “Giler”, “Ngaranggeong”, “Aceukna”, “Marengo”, “Salak Sadapur”, “Rangda Ngendong”, “Celementre”, “Keupat Reundang”, “Papacangan”, dan “Culadi Dengdang”.

Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat Badui Dalam, mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan, tabu), tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual.

Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong,gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari dua buah angklung dipegang oleh seorang. Nama-nama bedug dari yang terpanjang adalah: bedug, talingtit, dan ketuk. Penggunaan instrumen bedug terdapat perbedaan, yaitu di kampung-kampung Kaluaran mereka memakai bedug sebanyak tiga buah. Di Kajeroan, kampung Cikeusik, hanya menggunakan bedug dan talingtit, tanpa ketuk. Di Kajeroan, Kampung Cibeo, hanya menggunakan bedug, tanpa talingtit dan ketuk.

Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu, Badui Jero). Kajeroan terdiri dari tiga kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual. Pembuat angklung di Cikeusik yang terkenal adalah Ayah Amir (59), dan di Cikartawana Ayah Tarnah. Orang Kaluaran membeli dari orang Kajeroan di tiga kampung tersebut.

B . ANGKLUNG DOGDOG LOJOR

Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor, yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taundi pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.

Angklung dogdog lojor

Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam baresan pangawinan (prajurit bertombak).

Masyarakat Kasepuhan ini telah menganut agama Islam dan agak terbuka akan pengaruh modernisasi, serta hal-hal hiburan kesenangan duniawi bisa dinikmatinya. Sikap ini berpengaruh pula dalam dalam hal fungsi kesenian yang sejak sekitar tahun 1970-an, dogdog lojor telah mengalami perkembangan, yaitu digunakan untuk memeriahkan khitanan anak, perkawinan, dan acara kemeriahan lainnya.

Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah dua buah dogdog lojor dan empat buah angklung besar. Keempat buah angklung ini memunyai nama, yang terbesar dinamakan gonggong, kemudian panembal, kingking, dan inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang, sehingga semuanya berjumlah enam orang. Lagu-lagu dogdog lojor di antaranya: “Bale Agung”, “Samping Hideung”, “Oleng-oleng Papanganten”, “Si Tunggul Kawung”, “Adulilang”, dan “Adu-aduan”. Lagu-lagu ini berupa vokal dengan ritmis dogdog dan angklung cenderung tetap.

C . ANGKLUNG GUBRAG

Angklung gubrag terdapat di Kampung Cipining, Kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung). Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa Kampung Cipining mengalami musim paceklik.

Angklung gubrag

D . ANGKLUNG BADENG

Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau ke-17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen, dan Nursaen belajar agama Islam ke Kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam. Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng.

Angklung badeng

Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu dua angklung roel, satu angklung kecer, empat angklung indung dan angklung bapa, dua angklung anak, dua buah dogdog, dua buah terbang atau gembyung, serta satu kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik, serta menurut keperluan acara. Dalam pertunjukannya selain disajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam. Lagu-lagu badeng: “Lailahaileloh”, “Ya’ti”, “Kasreng”, “Yautike”, “Lilimbungan”, dan “Solaloh”.


Wayang Golek

Wayang golek merupakan salah satu dari ragam kesenian wayang yang terbuat dari bahan kayu yang merupakan hasil perkembangan wayang kulit dari keterbatasan waktu supaya dapat ditampilkan pada siang atau malam hari. Pertama kali diperkenalkan oleh Sunan kudus di daerah Kudus (dikenal Wayang Menak), Cirebon (dikenal Wayang cepak) lalu Parahyangan. Wayang golek sangat populer di wilayah Jawa Barat, daerah penyebarannya terbentang luas dari Cirebon hingga Banten.

1 . SEJARAH

Sekitar tahun 1583, Sunan Kudus yang merupakan salah satu penyebar agama Islam di pulau Jawa pernah membuat kurang lebih 70 buah wayang dari kayu. Wayang tersebut dipertontonkan di siang dan malam hari dengan sumber cerita lokal atau imajinasi sendiri yang tentunya sarat dengan pesan agama Islam. Sunan Kudus menggunakan bentuk wayang golek awal ini untuk menyebarkan Islam di masyarakat.

Munculnya kesenian wayang kayu lahir dan berkembang di wilayah pesisir utara pulau Jawa pada awal abad ke-17. Dikarenakan masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur telah terlebih dahulu mengenal wayang kulit, kehadiran wayang golek kurang begitu berkembang, karena masyarakat disana terlanjur menggemari wayang kulit. Namun wayang golek Sunan Kudus itu menarik hati dari ulama atau sekurang-kurangnya santri Cirebon yang sedang berkunjung (atau berguru) ke wilayah Sunan Kudus. Akhirnya ide wayang golek itu dibawa ke Cirebon.

Pementasan wayang golek di tanah Parahyangan dimulai sejak Kesultanan Cirebon berada di tangan Panembahan Ratu (1540-1650) cicit dari Sunan Kudus. Yang dipertunjukan saat itu adalah wayang cepak (atau wayang golek papak), disebut demikian karena memiliki bentuk kepala yang datar.

Selanjutnya ketika kekuasaan Kesultanan Cirebon diteruskan oleh Pangeran Girilaya (1650-1662), wayang cepak semakin populer dimana kisah babad dan sejarah tanah Jawa menjadi inti cerita, yang tentunya masih sarat dengan muatan agama Islam.

Lalu wayang golek dengan cerita dari epos Hindustan seperti Ramayana dan Mahabarata seperti yang sekarang mulai hadir kisah-kisah Ramayana dan Mahabharata tersebut kemungkinan besar pertama kali lahir dan berkembang dalam pertunjukan wayang kulit. Semula kisah tersebut menggunakan bahasa Jawa. Namun, setelah banyak dalang-dalang dari kalangan orang Sunda, maka bahasa Sunda pun mulai menggantikan penggunaan bahasa Jawa.

Perkembangan selanjutnya adalah wayang golek purwa yang tidak bisa dilepaskan dari peran Wiranata Koesoemah III (Bupati Bandung ke-6). Beliau sangat menggemari wayang, tetapi ia menginginkan suatu pertunjukan yang lebih menarik dan memiliki nilai-nilai keSunda-an. Akhirnya ia meminta salah seorang pengrajin wayang kulit bernama Ki Darman (pegiat wayang kulit asal Tegal) di daerah Cibiru, Ujungberung, Bandung untuk membuat bentuk wayang golek yang lebih menarik dengan bentuk kepala / rupa yang benar-benar menyerupai manusia. Maka lahirlah bentuk Wayang Golek Sunda seperti yang kita lihat sekarang.

Wayang golek semakin populer, tidak lagi sebatas konsumsi kaum menak, tapi masyarakat biasa pun mulai menggemari wayang golek ini. Wayang golek pun semakin menyebar ke segala penjuru Jawa Barat setelah dibukanya De Grote Postweg (Jalan Raya Daendels) yang menghubungkan daerah-daerah di Jawa Barat.

Dari paparan diatas maka di tanah Parahyangan bermula muncul wayang-wayang klasik seperti wayang golek papak, wayang golek purwa dan wayang golek Pakuan. Wayang Golek Papak masih dipertontonkan di daerah Cirebon, dengan kisah babad yang menggunakan bahasa Cirebon. Wayang Golek Purwa, memainkan kisah Mahabharata dan Ramayana yang diadopsi dari pementasan wayang kulit namun menggunakan campuran bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Wayang golek pakuan, kisah yang ditampilkan adalah kisah-kisah legenda Priangan seperti Sangkuriang, Mundinglaya Dikusumah, Lutung Kasarung dan lain-lain.

2 . PERKEMBANGAN

Kesenian wayang golek berbahasa Sunda diperkirakan mulai berkembang di Jawa Barat pada masa ekspansi Kesultanan Mataram pada abad ke-17, meskipun sebenarnya beberapa pengaruh warisan kebudayaan Hindu masih bertahan di beberapa tempat di Jawa Barat sebagai bekas wilayah Kerajaan Sunda Galuh. Pakem dan jalan cerita wayang golek sesuai dengan versi wayang kulit, terutama kisah wayang purwa (Ramayana dan Mahabharata), meskipun terdapat beberapa perbedaan, misalmya dalam penamaan tokoh-tokoh Punakawan yang dikenal dalam versi Sundanya. Adapun kesenian wayang kayu berbahasa Jawa saat ini dapat dijumpai bentuk kontemporernya sebagai Wayang Menak di wilayah Kudus dan Wayang Cepak di wilayah Cirebon, meski popularitasnya tidak sebesar wayang golek di wilayah Parahyangan.

Pertunjukan seni wayang golek mulai mendapatkan bentuknya yang seperti sekarang sekitar abad ke-19. Saat itu kesenian wayang golek merupakan seni pertunjukan teater rakyat yang dipagelarkan di desa atau kota karesidenan. Selain berfungsi sebagai pelengkap upacara selamatan atau ruwatan, pertunjukan seni wayang golek juga menjadi tontonan dan hiburan dalam perhelatan tertentu.

Sejak 1920-an, selama pertunjukan wayang golek diiringi oleh sinden. Popularitas sinden pada masa-masa itu sangat tinggi sehingga mengalahkan popularitas dalang wayang golek itu sendiri, terutama ketika zamannya Upit Sarimanah dan Titim Patimah sekitar tahun 1960-an.

Wayang golek saat ini lebih dominan sebagai seni pertunjukan rakyat, yang memiliki fungsi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lingkungannya, baik kebutuhan spiritual maupun material. Hal demikian dapat kita lihat dari beberapa kegiatan di masyarakat misalnya ketika ada perayaan, baik hajatan (pesta kenduri) dalam rangka khitanan, pernikahan dan lain-lain adakalanya diriingi dengan pertunjukan wayang golek.

Kini selain sebagai bentuk teater seni pertunjukan wayang, kerajinan wayang golek juga kerap dijadikan sebagai cindera mata oleh para wisatawan. Tokoh wayang golek yang lazim dijadikan cindera mata benda kerajinan adalah tokoh pasangan Rama dan Shinta, tokoh wayang terkenal seperti Arjuna, Srikandi, dan Krishna, serta tokoh Punakawan seperti Semar dan Bagong (atau Cepot/Bawor). Kerajinan wayang golek ini dijadikan sebagai dekorasi, hiasan atau benda pajangan interior ruangan. Adapun di zaman modern ini Wayang golek purna kreasi sudah mulai di kembangkan oleh para pengrajin wayang muda,yang tetap tidak menghilangkan pakem dari Wayang golek purwa.

3 . WAYANG

Wayang adalah bentuk teater rakyat yang sangat populer, terutama di pulau Jawa dan Bali. Orang sering menghubungkan kata “wayang” dengan “bayang”, karena dilihat dari pertunjukan wayang kulit yang memakai layar, di mana muncul bayang-bayang. Di Jawa Barat, selain dikenal wayang kulit, yang paling populer adalah Wayang golek . Istilah golek dapat merujuk kepada dua makna, sebagai kata kerja kata golek bermakna ‘mencari’, sebagai kata benda golek bermakna boneka kayu.[1] Berkenaan dengan wayang golek, ada dua macam di antaranya wayang golek papak (cepak) dan wayang golek purwa yang ada di daerah Sunda. Kecuali wayang orang yang merupakan bentuk seni tari-drama yang ditarikan manusia, kebanyakan bentuk kesenian wayang dimainkan oleh seorang dalang sebagai pemimpin pertunjukan yang sekaligus menyanyikan suluk, menyuarakan antawagu dan lain-lain.

4 . DALANG

Dalang adalah sebutan untuk orang yang memainkan wayang, ada beberapa arti dari kata dalang itu sendiri diantaranya:

A. Dalang asal kata dari dalung/blencong (bahasa Jawa)/lampu = alat penerang. Dengan alasan demikian, maka fungsi dalang dalam masyarakat adalah sebagai juru penerangan, atau lebih tegasnya dalang adalah orang yang memberi penerangan dan bimbingan bagi masyarakat yang tingkatan sosialnya beraneka ragam.

B. Dalang berasal dari kata bahasa Jawa: Dhal adalah kependekan dari kata ngudhal = menggali; dan lang kependekan dari kata piwulang = piwuruk = petuah/nasihat. Dengan demikian dapat diartikan bahwa dalang adalah orang yang menggali nasihat/petuah untuk disampaikan/disebarkan kepada para penonton wayang. Di sini fungsi dalang adalah sebagai pendidik/pembimbing masyarakat atau guru masyarakat.

C. Dalang berasal dari kata da = veda = pengetahuan dan lang = wulang. Dalang adalah pengetahuan mengajar, di sini dalang dapat diartikan sebagai guru masyarakat.

E. Dalang berasal dari kata talang = alat penghubung untuk mengalirkan air. Dalam hal ini dalang bertugas sebagai penghubung/penyambung lidah, baik pesan dari pemerintah kepada masyarakat, maupun sebaliknya.

F. Dalang adalah pemimpin, penyusun naskah, produser, juru cerita dan memainkan wayang. Pendapat ini dikemukakan oleh Claere Holt (seorang sarjana Barat) dalam bukunya : Art In Indonesia Continintees, and Change, 1960.

G. Dalang adalah seniman pengembara, sebab apabila mengadakan pementasan tidak hanya di satu tempat, tetapi berpindah-pindah. Menurut Drs. Sudarsono, pendapat ini dikemukakan oleh Hazou (seorang sarjana Barat juga).

H. Dalang berasal dari kata dal = dalil-dalil, dan lang = langgeng. Ini adalah pendapat seorang dalang kasepuhan dari Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon, yang bernama Dulah. Dengan demikian dapat diartikan bahwa dalang adalah seorang yang memberi dalil-dalil atau petuah-petuah/wejangan/wejangan selama hidupnya. Di sini fungsi dalang adalah sebagai pendidik/pembimbing masyarakat atau guru masyarakat.

I. Dalang adalah seorang aktor/aktris yang memainkan pagelaran wayangnya menurut ilmu dan tata cara yang telah ditentukan. Definisi ini dikemukakan oleh Juju Sain Martadinata, Alm. (eks Guru Kokar / SMKI Bandung).

J. Dalang berasal dari kata Dalilun lamnya ada dua yang satu lamnya dihilangkan dan ganti oleh tasjid menjadi dala. Menurut ahli sorop dala ya dulu dilalatan fa-hua daa-lun. Isimnya isim fa’il artinya petunjuk. Pendapat ini dikemukakan oleh Asep Sunandar Sunarya (dalang legendaris tanah Pasundan).

5 . POLA PAGELARAN

Sebagaimana alur cerita pewayangan umumnya, dalam pertunjukan wayang golek juga biasanya memiliki lakon-lakon baik galur maupun carangan. Alur cerita dapat diambil dari cerita rakyat seperti penyebaran agama Islam oleh Walangsungsang dan Rara Santang maupun dari epik yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabarata dengan menggunakan bahasa Sunda dengan iringan gamelan Sunda (salendro), yang terdiri atas dua buah saron, sebuah peking, sebuah selentem, satu perangkat boning, satu perangkat boning rincik, satu perangkat kenong, sepasang gong (kempul dan goong), ditambah dengan seperangkat kendang (sebuah kendang Indung dan tiga buah kulanter), gambang dan rebab.

Dalam pertunjukan wayang golek, lakon yang biasa dipertunjukan adalah lakon carangan. Hanya kadang-kadang saja dipertunjukan lakon galur. Hal ini seakan menjadi ukuran kepandaian para dalang menciptakan lakon carangan yang bagus dan menarik. Beberapa dalang wayang golek yang terkenal di antaranya Tarkim, R.U. Partasuanda, Abeng Sunarya, Entah Tirayana, Apek, Asep Sunandar Sunarya, Cecep Supriadi, dll. Pola pengadegan wayang golek adalah sebagai berikut;

  1. Tatalu, dalang dan sinden naik panggung, gending jejer/kawit, murwa, nyandra, suluk/kakawen, dan biantara;
  2. Babak unjal, paseban, dan bebegalan
  3. Nagara sejen
  4. Patepah
  5. Perang gagal
  6. Panakawan/goro-goro
  7. Perang kembang
  8. Perang raket
  9. Tutug

Salah satu fungsi wayang dalam masyarakat adalah ngaruat (ruwat), yaitu membersihkan dari kecelakaan (marabahaya). Beberapa orang yang diruwat (sukerta), antara lain:

  1. Wunggal (anak tunggal)
  2. Nanggung Bugang (seorang adik yang kakaknya meninggal dunia)
  3. Suramba (empat orang putra)
  4. Surambi (empat orang putri)
  5. Pandawa (lima putra)
  6. Pandawi (lima putri)
  7. Talaga Tanggal Kausak (seorang putra dihapit putri)
  8. Samudra hapit sindang (seorang putri dihapit dua orang putra), dan sebagainya.

3 Teknologi Canggih yang Sedang Dikembangkan Saat Ini

1 . Komputer Kuantum

Bermula dari ide yang dicetuskan oleh beberapa fisikawan mengenai sistem kuantum yang dapat melakukan proses penghitungan dan bisa juga menjadi simulator bagi percobaan fisika kuantum. Para ilmuwan mulai melakukan riset mengenai sistem kuantum dan logika yang sesuai dengan sistem tersebut untuk mengembangkan Komputer Kuantum.

Komputer Kuantum adalah alat hitung yang menggunakan sebuah fenomena mekanika kuantum untuk melakukan operasi data. Dibandingkan komputer biasa, komputer kuantum dipercaya dapat menyelesaikan masalah lebih cepat. Tidak hanya bekerja lebih cepat, komputer kuantum juga dapat memecahkan hampir semua program pembuat kode pelindung yang digunakan di dunia perbankan, medis, bisnis dan pemerintah di seluruh dunia. Komputer ini bahkan mampu melakukan jutaan kalkulasi pada saat yang bersamaan dan memprediksi perkiraan cuaca di bumi beserta gejala-gejala alam lain dengan sangat akurat.

2 . Hologram

Jika selama ini kita hanya bisa melihat teknologi hologram dalam film-film hollywood seperti Star Wars, maka beberapa tahun ke depan, teknologi tersebut akan ada di dunia nyata.

Hologram adalah sebuah alat komunikasi 3D yang memungkinkan penelepon seolah-olah sedang duduk berhadap-hadapan dengan seseorang yang dihubungi. Sebuah perusahaan asal Polandia sedang mencoba mengembangkan teknologi canggih ini dan merencanakan perilisannya sekitar 5 tahun yang akan datang.

3 . Nano Teknologi

Teknologi canggih berikutnya yang sedang dikembangkan saat ini adalah Nanoteknologi yang merupakan sebuah teknologi berukuran 1/semilyar meter yang memungkinkan manusia untuk memanipulasi partikel-partikel super kecil berukuran nyaris sekecil atom. Dengan Nanoteknologi ini, manusia dapat menciptakan material-material baru berbentuk partikel yang bisa dimanfaatkan untuk segala hal.

Bahkan dengan Nanoteknologi, manusia bisa menciptakan komputer super kecil dengan media penyimpanan mencapai jutaan GB. Hal ini tentu saja akan sangat memudahkan manusia di mana kita bisa menyimpan sebanyak apa pun data-data penting dalam benda seukuran dua jari.

Santri JBS Mengikuti Kegiatan Pembakaran Batu-Bata

Para santri Journalis Boarding School mengikuti kegiatan pembakaran batu bata, Kamis 15 Augustus 2019 tepat di depan gedung Journalis Boarding School yang berada di JL. Cikerai, Karotek, RT 01/02 Kalitimbang, Cilegon.

Firdaus selaku ketua dewan pengurus Journalis Boarding school mengajak para santri untuk melakukan kegiatan pembakaran batu-bata bertujuan agar para santri Journalis Boarding School mendapatkan pengetahuan dan wawasan seputar usaha pembuatan batu-bata yang dilakukan secara tradisional.

Proses pembakaran di dalam kiln atau tungku. pembakaran ini, umumnya menggunakan bahan bakar dari bagian-bagian pohon hasil sisa penggergajian kayu.

Proses pembakaran perlu waktu 3 hari 2 malam. Satu hari satu malam pertama pembakaran pada lubang ditingkat pertama, hari kedua hingga malam, pembakaran melalui lubang ditingkat kedua. Pada hari terahir dilakukan pembakaran pada lubang tingkat ketiga dari pagi hingga malam. Selanjutnya dilakukan pendinginan. Setelah bata dingin, dapat diangkut untuk dijual.

Teknologi Informasi: Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Tujuannya

Pengertian Teknologi Informasi

Apa yang dimaksud dengan teknologi informasi (information Technology)? Secara umum pengertian teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).

Dengan kata lain, teknologi informasi adalah berbagai fasilitas yang terdiri dari hardware dan software untuk mendukung dan meningkatkan kualitas informasi bagi masyarakat dengan cepat dan berkualitas.

Menurut Wikipedia, pengertian teknologi informasi (TI) secara bahasa merupakan istilah dalam bidang teknologi apapun dalam kehidupan manusia yang bermanfaat untuk mengubah, membantu, mengkomunikasikan, menyimpan dan menyebarkan informasi.

Teknologi informasi tidak hanya penting sebagai alat komunikasi (baca: Pengertian Komunikasi) via elektronik saja, melainkan merupakan perangkat penting yang seharusnya dimiliki dalam bisnis sebagai sarana untuk berkoordinasi dan pengarsipan dokumen-dokumen penting.

Pengertian Teknologi Informasi Menurut Para Ahli

Beberapa pakar di bidang ilmu komputer dan teknologi pernah menjelaskan mengenai definisi teknologi informasi, diantaranya adalah:

1. Mc Kewon

Menurut Mc Keown, pengertian Information Technology adalah seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, mengubah, menyimpan dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya.

2. Haag dan Keen

Menurut Haag dan Keen, pengertian teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu pekerjaan dengan informasi serta melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

3. Martin

Menurut Martin, TI tidak hanya terbatas pada Hardware dan Software yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, tapi juga mencakup teknologi komunikasi yang mengirimkan sebuah informasi.

4. Lucas

Menurut Lucas, pengertian teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis.

5. Williams dan Sawyer

Menurut Williams dan Sawyer, pengertian teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan Komputer dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang dapat membawa data, suara, dan video.

6. Information Technology Association of America (ITAA)

Menurut ITAA, definisi teknologi informasi adalah proses pengolahan, penyimpanan dan penyebaran informasi bergambar, vocal, teks dan numerik melalui mikro elektronika berbasis kombinasi telekomunikasi dan komputasi.

Fungsi Teknologi Informasi

Secara umum ada enam fungsi TI bagi manusia, diantaranya adalah:

1. Menangkap (Capture)

TI dapat mengkompilasi catatan-catatan secara detail dari berbagai aktivitas. Misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic, dan lainnya.

2. Mengolah (Processing)

TI dapat mengolah/ memproses data masukan yang diterima yang kemudian diubah menjadi informasi baru. Olah data ini bisa dalam bentuk konversi, menganalisis, menghitung, hingga penggabungan berbagai bentuk informasi dan data.

3. Menghasilkan (Generating)

TI akan menghasilkan atau mengorganisir informasi ke dalam bentuk yang berguna. Misalnya grafik, tabel, perhitungan, dan lain sebagainya.

4. Menyimpan (Storage)

TI dapat merekam informasi dan data ke dalam suatu media yang kemudian bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnnya data disimpan ke dalam flasdisk, CD, dan hardisk.

5. Mencari Kembali (Retrival)

TI mampu mencari dan menelusuri kembali informasi dan data yang sudah pernah disimpan. Misalnya mencari data klien yang belum melakukan pembayaran.

6. Sebagai Transmisi (Transmission)

TI dapat mengirimkan data dan informas dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan memanfaatkan jaringan komputer. Misalnya mengirim data penjualan ke tim lain di lokasi yang berbeda.

Komponen Teknologi Informasi

Dalam aktivitas teknologi informasi terdapat 5 komponen utama di dalamnya, yaitu:

1. Perangkat Keras (Hardware)

Hardware ini adalah perangkat komputer yang digunakan oleh seorang operator atau brainware. Hardware terdiri dari:

  • Processor
  • Memory card
  • Peripheral (input dan output device)
  • Kabel data

2. Perangkat Lunak (Software)

Software adalah media yang menjembatani antara hardware dan brainware (operator). Software ini dapat membantu mengoptimalkan fungsi harware dengan menerjemahkan berbagai instruksi yang diberikan oleh operator.

Software dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Software Sistem

Software sistem atau kita kenal dengan operating system (OS). Dengan adanya OS maka hardware bisa menjalankan software aplikasi untuk digunakan oleh user atau operator.

Beberapa OS yang populer diantaranya:

  • Windows
  • Linux
  • Unix

B. Software Aplikasi

Ini merupakan aplikasi pendukung yang berada pada OS untuk memaksimalkan kinerja komputer. Beberapa Software aplikasi yang cukup populer diantaranya:

  • Microsoft Office
  • Photoshop
  • CorelDraw
  • AutoCad

3. Infoware

Ini adalah suatu dokumentasi dari sebuah informasi atau data.

4. Fireware

Ini merupkan media tempat penyimpanan yang permanen. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk menyimpan berbagai data yang ada di sebuah komputer.

5. Brainware (user)

komponen paling penting dari teknologi informasi. Tanpa adanya Brainware maka komputer kita tidak akan bisa beroperasi karena sebenarnya fungsi komputer itu adalah alat penunjang kebutuhan seorang user.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai